Tadi malam,
mobil saya ngambek.
Alarm tidak bisa dipakai untuk membuka pintu. Kunci manual pun tidak.
Bingung. Panik.
Dan saya meneleponnya.
Dia jauh di sana.
Dan ternyata, kenyataan ini malah menyakitkan kami berdua.
Menyadari bahwa kami sama-sama tidak ada secara nyata untuk menolong adalah menyakitkan.
Menyedihkan rasanya saat mengetahui orang yang kita cintai membutuhkan bantuan, dan kita tidak berdaya melakukan apa-apa.
Oh, gosh!
I hate this kind of situation.
I need to be with him. Real him.
Ga keyang harus menjalani long distance marriage.
Tanpa harus mencoba, aku merasa tidak cukup kuat menjalaninya
Jumat, 19 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar