Saya melihat kalender
Hari ini adalah 10 Agustus 2010
Artinya...pernikahan saya akan terjadi dua bulan lagi
Ada waktu 60 hari tersisa untuk menyiapkan segala sesuatunya
Ah... bukankah itu akan sangat cepat?
Saya mulai nervous menghadapi ini semua
Akan siapkah semua pada harinya nanti?
Dan lebih jauh...sudah matangkah persiapan mental saya menjadi seorang istri?
Ah....saya menarik napas dan saya percaya bahwa cinta kami cukup kokoh
Namun saya pun menyadari bahwa ada kalanya badai menerjang biduk kami di suatu masa nanti
Saya hanya ingin tetap bergandengan tangan dengannya. Sambil menyerahkan perjuangan kami dalam rengkuhan kasih Tuhan yang pasti sudah menyiapkan segala yang terbaik.
Maka kemudian saya berpikir bahwa ada aspek-aspek dalam relasi yang harus terus menerus kami pupuk dan perjuangkan setiap hari.
Saya yakin saya bisa menjalaninya bersama laki-laki itu...laki-laki kecintaan saya... :)
Senin, 09 Agustus 2010
Selasa, 25 Mei 2010
Tuhan punya waktu sendiri
Dia tahu betul waktu yang tepat untuk segala sesuatu
Dia tidak boleh diburu-buru
Dia juga tidak perlu diminta untuk membuatnya menjadi lambat
Dia tahu betul, bahwa sesuatu akan menjadi sangat luar biasa, ketika diberikan pada saat yang tepat
Dia tahu betul, bahwa jika kita mendapat lebih dini, hasilnya akan tidak baik
Dia tahu betul, bahwa ketika kita mampu bertahan dan tak putus harap, kita akan menjadi lebih kuat
Ketika saya meminta...
Tuhan, ajar saya dan Frans untuk menyiapkan diri lebih sungguh memasuki perkawinan
Tuhan, bantu saya dan Frans untuk semakin saling mengasihi dan menghormati satu sama lain
Tuhan, latih saya dan Frans untuk semakin saling percaya, setia, dan menjaga komitmen
Tuhan, didik saya dan Frans untuk berkomunikasi lebih baik, lebih terbuka, lebih hangat
Tuhan, bimbing saya dan Frans untuk memahami hal2 yang berbeda diantara kami dan tidak membuatnya menjadi satu masalah
Tuhan, dorong saya dan Frans untuk mengembangkan cinta yang semakin kuat dan dalam
Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya dengan caraNya sendiri
Bukan dengan cara dan harapan saya
Bahwa jika kami belum bisa berada di tempat yang sama dalam waktu dekat
Bahwa jika jarang merentang diantara kami berdua
Itulah saatnya
Saat Tuhan menempa kami
Agar cinta kami semakin kokoh dan tahan uji
Menempuh perjalanan selanjutnya yang mungkin ada pula onak duri di dalamnya
Mengaruhi bahtera rumah tangga yang mungkin dihempas gelombang dan taufan
Saya percaya, ini adalah caraNya
Ini adalah saatNya
Bahwa Ia mendidik kami
Bahwa Ia melatih kami
Bahwa Ia mengajar kami
Dan sekaligus
Bahwa Ia memegang erat tangan kami
Agar kami tidak perlu khawatir akan hari depan
Agar kami semakin menyadari
Bahwa jika kami bertemu, menjalin relasi, hingga akhirnya memutuskan untuk berkeluarga
Itu bukan saja kehendak kami
Itu bukan saja kemujuran kami
Melainkan adalah kehendakNya sendiri
Dia tidak boleh diburu-buru
Dia juga tidak perlu diminta untuk membuatnya menjadi lambat
Dia tahu betul, bahwa sesuatu akan menjadi sangat luar biasa, ketika diberikan pada saat yang tepat
Dia tahu betul, bahwa jika kita mendapat lebih dini, hasilnya akan tidak baik
Dia tahu betul, bahwa ketika kita mampu bertahan dan tak putus harap, kita akan menjadi lebih kuat
Ketika saya meminta...
Tuhan, ajar saya dan Frans untuk menyiapkan diri lebih sungguh memasuki perkawinan
Tuhan, bantu saya dan Frans untuk semakin saling mengasihi dan menghormati satu sama lain
Tuhan, latih saya dan Frans untuk semakin saling percaya, setia, dan menjaga komitmen
Tuhan, didik saya dan Frans untuk berkomunikasi lebih baik, lebih terbuka, lebih hangat
Tuhan, bimbing saya dan Frans untuk memahami hal2 yang berbeda diantara kami dan tidak membuatnya menjadi satu masalah
Tuhan, dorong saya dan Frans untuk mengembangkan cinta yang semakin kuat dan dalam
Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya dengan caraNya sendiri
Bukan dengan cara dan harapan saya
Bahwa jika kami belum bisa berada di tempat yang sama dalam waktu dekat
Bahwa jika jarang merentang diantara kami berdua
Itulah saatnya
Saat Tuhan menempa kami
Agar cinta kami semakin kokoh dan tahan uji
Menempuh perjalanan selanjutnya yang mungkin ada pula onak duri di dalamnya
Mengaruhi bahtera rumah tangga yang mungkin dihempas gelombang dan taufan
Saya percaya, ini adalah caraNya
Ini adalah saatNya
Bahwa Ia mendidik kami
Bahwa Ia melatih kami
Bahwa Ia mengajar kami
Dan sekaligus
Bahwa Ia memegang erat tangan kami
Agar kami tidak perlu khawatir akan hari depan
Agar kami semakin menyadari
Bahwa jika kami bertemu, menjalin relasi, hingga akhirnya memutuskan untuk berkeluarga
Itu bukan saja kehendak kami
Itu bukan saja kemujuran kami
Melainkan adalah kehendakNya sendiri
Label:
feeling
Minggu, 23 Mei 2010
mencari rumah
Satu bulan sudah, saya menghabiskan sore sepulang kerja untuk mencari rumah kontrakan...
dan ternyata...ga gampang! Susah ya ternyata cari rumah kontrakan itu...apalagi ada beberapa hal yang saya inginkan...lingkungan aman (baca: perumahan, bukan di tengah kampung atau desa), bukan rumah lama melainkan yang cukup baru, dan...harganya pas di kantong...
Kemarin, akhirnya saya menemukan dua rumah yang cukup oke. Keduanya di perumahan yang sama di daerah Tajem. Hanya saja, yang satu lebih mungil daripada yang satunya. Walaupun...sebenarnya keduanya sama2 mungil. Hehe...
Saya sungguh tidak sabar...
tidak sabar menemukan rumah yang tepat dan menyenangkan
tidak sabar membeli segala sesuatu yang diperlukan untuk rumah itu
tidak sabar menanti kepindahan Frans ke Jogja
tidak sabar membangun biduk kami di sana
tidak sabar mengisi rumah itu dengan cinta dan kehangatan
Hhhmmmmm....
saya ingin segera memulainya!
dan ternyata...ga gampang! Susah ya ternyata cari rumah kontrakan itu...apalagi ada beberapa hal yang saya inginkan...lingkungan aman (baca: perumahan, bukan di tengah kampung atau desa), bukan rumah lama melainkan yang cukup baru, dan...harganya pas di kantong...
Kemarin, akhirnya saya menemukan dua rumah yang cukup oke. Keduanya di perumahan yang sama di daerah Tajem. Hanya saja, yang satu lebih mungil daripada yang satunya. Walaupun...sebenarnya keduanya sama2 mungil. Hehe...
Saya sungguh tidak sabar...
tidak sabar menemukan rumah yang tepat dan menyenangkan
tidak sabar membeli segala sesuatu yang diperlukan untuk rumah itu
tidak sabar menanti kepindahan Frans ke Jogja
tidak sabar membangun biduk kami di sana
tidak sabar mengisi rumah itu dengan cinta dan kehangatan
Hhhmmmmm....
saya ingin segera memulainya!
Kamis, 15 April 2010
fitting
Beberapa waktu lalu,
saat ada pameran wedding di Amplaz,
saya melihat gaun dan kebaya2 yang cantik
Hmmm...
tiga hari lagi, aku akan mencobanya...
kebaya itu....ahhhh....baju yang hanya akan kukenanakan pada hari itu...
Wow...wow...wow....
saat ada pameran wedding di Amplaz,
saya melihat gaun dan kebaya2 yang cantik
Hmmm...
tiga hari lagi, aku akan mencobanya...
kebaya itu....ahhhh....baju yang hanya akan kukenanakan pada hari itu...
Wow...wow...wow....
Rabu, 07 April 2010
saya percaya
Enam bulan lagi....
Saya percaya bahwa cinta kami cukup kuat untuk memasuki babak baru,
dan saya percaya betul bahwa Dia sangat kuat untuk menuntun dan menopang kami....
Saya percaya bahwa cinta kami cukup kuat untuk memasuki babak baru,
dan saya percaya betul bahwa Dia sangat kuat untuk menuntun dan menopang kami....
Label:
feeling
Jumat, 19 Maret 2010
bukan begini yang saya bayangkan
Sungguh,
bukan tulisan semacam beberapa tulisan berlagu sedih yang saya bayangkan akan saya tuliskan dalam blog ini.
Saya pikir, saya hanya akan menuliskan kisah2 sukacita yang saya alami dalam mempersiapkan pernikahan.
Ternyata tidak.
Benar ternyata,
bahwa suka dan duka itu datang silih berganti.
Beberapa waktu lalu, berturut-turut saya mendapat anugerah sangat besar dan ajaib.
Lulus, tunangan, sakit dan kemudian sehat lagi, keterima kerja....
Tapi hari2 ini....berat. Sangat berat.
Sampai membuat saya berpikir, bahwa saya belum siap menjadi dewasa dan menerima tanggung jawab utk menjalani hidup sebenar-benarnya yang memang seperti roda.
Tapi saya tetap punya secercah keyakinan
Bahwa ini semua akan berlalu
Seperti malam yang digantikan pagi cerah
Begitulah hidup
Mungkin saat ini saya sedang galau
Pesimis
Penuh kemarahan
Tapi perasaan2 ini hanya sementara
Saya tahu itu
Semoga...
tulisan2 saya selanjutnya mengkidungkan senyum dan tawa....
bukan tulisan semacam beberapa tulisan berlagu sedih yang saya bayangkan akan saya tuliskan dalam blog ini.
Saya pikir, saya hanya akan menuliskan kisah2 sukacita yang saya alami dalam mempersiapkan pernikahan.
Ternyata tidak.
Benar ternyata,
bahwa suka dan duka itu datang silih berganti.
Beberapa waktu lalu, berturut-turut saya mendapat anugerah sangat besar dan ajaib.
Lulus, tunangan, sakit dan kemudian sehat lagi, keterima kerja....
Tapi hari2 ini....berat. Sangat berat.
Sampai membuat saya berpikir, bahwa saya belum siap menjadi dewasa dan menerima tanggung jawab utk menjalani hidup sebenar-benarnya yang memang seperti roda.
Tapi saya tetap punya secercah keyakinan
Bahwa ini semua akan berlalu
Seperti malam yang digantikan pagi cerah
Begitulah hidup
Mungkin saat ini saya sedang galau
Pesimis
Penuh kemarahan
Tapi perasaan2 ini hanya sementara
Saya tahu itu
Semoga...
tulisan2 saya selanjutnya mengkidungkan senyum dan tawa....
Label:
feeling
menyakitkan
Tadi malam,
mobil saya ngambek.
Alarm tidak bisa dipakai untuk membuka pintu. Kunci manual pun tidak.
Bingung. Panik.
Dan saya meneleponnya.
Dia jauh di sana.
Dan ternyata, kenyataan ini malah menyakitkan kami berdua.
Menyadari bahwa kami sama-sama tidak ada secara nyata untuk menolong adalah menyakitkan.
Menyedihkan rasanya saat mengetahui orang yang kita cintai membutuhkan bantuan, dan kita tidak berdaya melakukan apa-apa.
Oh, gosh!
I hate this kind of situation.
I need to be with him. Real him.
Ga keyang harus menjalani long distance marriage.
Tanpa harus mencoba, aku merasa tidak cukup kuat menjalaninya
mobil saya ngambek.
Alarm tidak bisa dipakai untuk membuka pintu. Kunci manual pun tidak.
Bingung. Panik.
Dan saya meneleponnya.
Dia jauh di sana.
Dan ternyata, kenyataan ini malah menyakitkan kami berdua.
Menyadari bahwa kami sama-sama tidak ada secara nyata untuk menolong adalah menyakitkan.
Menyedihkan rasanya saat mengetahui orang yang kita cintai membutuhkan bantuan, dan kita tidak berdaya melakukan apa-apa.
Oh, gosh!
I hate this kind of situation.
I need to be with him. Real him.
Ga keyang harus menjalani long distance marriage.
Tanpa harus mencoba, aku merasa tidak cukup kuat menjalaninya
Label:
feeling
Minggu, 07 Maret 2010
kata orang, sebelum menikah itu banyak cobaannya, dan aku berpikir bahwa itu benar adanya
Dulu, empat tahun lalu....ketika kami saling mengenal, saya ingat betul bahwa Oh pernah berkata, "Suatu saat kita pasti bertengkar, berbeda pendapat, berharap dan kecewa." Dia mengatakan itu ketika kami sedang tertawa-tawa, lempar-lemparan bantal, sms2an walaupun ada di satu ruangan.... dan saya nyaris tak percaya. Ini relasi yang sempurna. Semua baik2 saja dan menyenangkan.
Lalu, friksi2 mulai terjadi...
Beda cara komunikasi
Cemburu (saya) yang membabi-buta
Tidak klop dalam memutuskan sesuatu
Tahun tahun berlalu
hubungan semakin kuat dan kokoh
cinta semakin dewasa dan matang
Kemudian kami memantapkan diri memasuki gerbang pertunangan utk kemudian melanjutkannya pada pernikahan
Semua sempurna
Lalu mulai muncul hal2 yang sulit dipecahkan
Awalnya adalah tentang hal2 di luar diri kami
Tapi tidak bisa tidak, kemudian menjadi sesuatu yg sangat lekat
Yang membuat kami tidak bisa objektif, tdk bisa mengambil jarak atasnya
Mengesalkan
Membingungkan
Membuat lelah
Tapi....itulah yang disebut tantangan barangkali...
Bukan utk dihindari, tapi utk dihadapi
Inilah konsekuensi pilihan kami
Yang harus siap kami lalui
Dipikirkan, diputuskan, dijalani
Lalu sebagian besar lainnya, biarkan diatur oleh Sang Sutradara kehidupan, penguasa alam ini..
Lalu, friksi2 mulai terjadi...
Beda cara komunikasi
Cemburu (saya) yang membabi-buta
Tidak klop dalam memutuskan sesuatu
Tahun tahun berlalu
hubungan semakin kuat dan kokoh
cinta semakin dewasa dan matang
Kemudian kami memantapkan diri memasuki gerbang pertunangan utk kemudian melanjutkannya pada pernikahan
Semua sempurna
Lalu mulai muncul hal2 yang sulit dipecahkan
Awalnya adalah tentang hal2 di luar diri kami
Tapi tidak bisa tidak, kemudian menjadi sesuatu yg sangat lekat
Yang membuat kami tidak bisa objektif, tdk bisa mengambil jarak atasnya
Mengesalkan
Membingungkan
Membuat lelah
Tapi....itulah yang disebut tantangan barangkali...
Bukan utk dihindari, tapi utk dihadapi
Inilah konsekuensi pilihan kami
Yang harus siap kami lalui
Dipikirkan, diputuskan, dijalani
Lalu sebagian besar lainnya, biarkan diatur oleh Sang Sutradara kehidupan, penguasa alam ini..
Label:
feeling
Minggu, 24 Januari 2010
LDR is killing me?
Yes, it's not easy
It's need a lot of energy
Trust
Understanding
Yes, it could kill me...
But I choose to be strong and tough
I choose to use this LDR
to strengthen our trust
to make our hope bloom
to make our love in the deepest level
It's need a lot of energy
Trust
Understanding
Yes, it could kill me...
But I choose to be strong and tough
I choose to use this LDR
to strengthen our trust
to make our hope bloom
to make our love in the deepest level
Label:
feeling
Jumat, 22 Januari 2010
kebaya midodareni
Yuhu...
akhirnya kemarin kebaya midodareni saya sudah jadi
dalam waktu yang singkat, mbak Teeas berhasil membuat kebaya yang cantik
Siang, sewaktu fitting yang kedua...oh no! bustiernya kekecilan!
Apa iya saya mendadak membesar dalam waktu dua hari?
Ga tau deh yang salah siapa...tapi untung mereka bisa membuatnya sempurna kembali dalam 2 jam.
Sambil nunggu, jalan2 deh sama Ivo di PIM....
Jam 4, kebaya sudah siap.
Dan...voila! pas banget memeluk tubuh.
Hmmmm....
hari itu akan segera kujelang
hari itu akan segera tiba
Berdoa dan berharap, agar semua berjalan lancar tanpa halangan
Doakan ya....
akhirnya kemarin kebaya midodareni saya sudah jadi
dalam waktu yang singkat, mbak Teeas berhasil membuat kebaya yang cantik
Siang, sewaktu fitting yang kedua...oh no! bustiernya kekecilan!
Apa iya saya mendadak membesar dalam waktu dua hari?
Ga tau deh yang salah siapa...tapi untung mereka bisa membuatnya sempurna kembali dalam 2 jam.
Sambil nunggu, jalan2 deh sama Ivo di PIM....
Jam 4, kebaya sudah siap.
Dan...voila! pas banget memeluk tubuh.
Hmmmm....
hari itu akan segera kujelang
hari itu akan segera tiba
Berdoa dan berharap, agar semua berjalan lancar tanpa halangan
Doakan ya....
Kamis, 21 Januari 2010
tepat
kumelangkah perlahan
ada semangat, namun ada pula ragu
ada bahagia, namun hadir haru di dada
ada tawa, namun air mata meleleh juga
ada hasrat, namun rasa takut pun menyelinap
kutata hatiku perlahan
bahwa ini adalah keputusan yang tepat
bahwa sudah saatnya keberanian dimunculkan
untuk mengejawantahkan cinta yang meluap
dalam komitmen yang lebih dalam
lalu semuanya menjadi semakin jelas
semakin mudah
semakin indah
dan keyakinan pun memubuncah
bahwa ini memang tepat
laki-laki yang tepat
perempuan yang tepat
relasi yang tepat
waktu yang tepat
serta pun percaya
bahwa Dia sediakan yang baik
tepat pada waktu dan ukurannya
ada semangat, namun ada pula ragu
ada bahagia, namun hadir haru di dada
ada tawa, namun air mata meleleh juga
ada hasrat, namun rasa takut pun menyelinap
kutata hatiku perlahan
bahwa ini adalah keputusan yang tepat
bahwa sudah saatnya keberanian dimunculkan
untuk mengejawantahkan cinta yang meluap
dalam komitmen yang lebih dalam
lalu semuanya menjadi semakin jelas
semakin mudah
semakin indah
dan keyakinan pun memubuncah
bahwa ini memang tepat
laki-laki yang tepat
perempuan yang tepat
relasi yang tepat
waktu yang tepat
serta pun percaya
bahwa Dia sediakan yang baik
tepat pada waktu dan ukurannya
Label:
poem
Kamis, 14 Januari 2010
kenapa jiwet?
Iya ya...
baru sadar belum mendiskripsikan blog ini secara jelas...
Dimaafkan lah ya...
Begini...
Saya adalah si Jiwet. Jiwet artinya siJI aWET. Hahaha...itu kata2 ciptaan saya ketika SD. Begitulah saya mendiskripsikan gigi saya yang tidak tanggal2 sementara gigi yg lain sudah. Gigi itu tinggal satu (=siji, Jw.) dan awet... Sekarang sih sudah tanggal dan berganti gigi dewasa.... sudah rapi berkat sentuhan tangan kakak ipar saya yang dokter gigi. Namanya Krisnovianto, berpraktek di RS. Panti Rapih dan Family Dental Care Jl. Parangtritis Jogja. (Ini sekalian mempromosikan ya...soalnya kemaren ga bayar...hahahaha....). Gigi saya dikikir dan dihaluskan sehingga gigi yang miring menjadi rata....sip banget deh pokoknya...
Kembali ke topik ya... Saya, sedang mempersiapkan pernikahan saya. Laki-laki yang saya rasa, pikir, dan yakini akan tidak terlalu membosankan untuk diajak hidup bersama selama kurang lebih 50 tahun lagi itu bernama Oh. Saya mengenalnya tujuh tahun yang lalu. Dan empat tahun lalu kami mulai membangun relasi yang lebih akrab. Dan voila! Hubungan kami semakin mendalam dan dengan segala kelemahan yang ada, kami siap memasuki kehidupan berkeluarga.
Saya pikir, tahun ini pasti akan menjadi tahun yang seru. Mempersiapkan pernikahan gitu lohhhh.... Hehehe.... Semoga apa yang sedang saya alami, lakukan, dan persiapkan bisa menjadi catatan kehidupan saya sampai nanti-nanti. Semoga, kalau pengalaman ini saya tuliskan, bisa berguna buat teman2 yang mengalami hal yg sama, menantikan hal yg sama, atau pernah melalui hal yg sama.
tour de majestik dan passer baroe
Salah satu hal yang menurut saya cukup penting dipikirkan adalah mengenai pakaian.
Ya pakaian pengantin, orangtua, saudara-saudara, maupun panitia.
Mumpung saya sedang berada di Jakarta, yang katanya lebih punya banyak pilihan, baik dari segi harga serta jenis dan motif kain, maka beberapa hari ini saya berburu kain dengan penuh semangat :)
Daerah pertama yg saya kunjungi adalah Mayestik. Sepanjang jalan isinya smua toko kain. Penjahit saya merekomendasikan beberapa toko: Mumbay, DeMode, LaMode. Tapi menurut dia, sebaiknya sih (kalau mau), memasuki banyak toko kain. Karena kadang, ada lace/brokat yg ok di satu toko, tapi utk furingnya (sifon atau satin ya biasanya) lebih lengkap warnanya di toko lain. Saya sempat memasuki tiga toko bernama Mumbay. Dua Mumbay saja, yg satu Mumbay City. Katanya sih pemiliknya sama. Tapi koleksinya hampir ga ada yg sama. Jadi ya memang musti telaten masuk satu toko ke toko yg lain.
Walaupun begitu, saya yg mungkin pada dasarnya ga terlalu suka belanja heboh dan detil, memilih utk tdk memasuki terlalu banyak toko. Utk saya, itu malah bikin makin pusing. Saran saya, masuki beberapa toko saja. Kalau udah ada yg sreg, jangan pindah2 lagi ke terlalu banyak toko. Kalau emang udah bener2 sreg, beli aja deh. Dan ga perlu nyesel.
Daerah kedua yang saya kunjungi adalah Pasar Baru. Ya hampir sama juga dg Mayestik. Tapi menurut salah satu mas2 India di Pasar Baru, Pasar Baru lebih oke utk bahan lace/brokat-nya. Sebaliknya, kalau kita mau cari kain polos misalnya raw silk, thai silk, linen dan semacamnya -baik yg bener2 polos atau sudah berbordir dan berpayet- lebih baik ke Mayestik saja. Memang sih, saya lihat ada beberapa toko di Pasar Baru yang khusus menjual lace/brokat/tule saja.
Ada beberapa hal yg penting menurut saya:
Susunlah daftar belanja yang jelas dan detil
Belanjalah bersama orang yang memiliki selera cukup senada dengan kita
Enjoy the shopping moments, ladies!
Ya pakaian pengantin, orangtua, saudara-saudara, maupun panitia.
Mumpung saya sedang berada di Jakarta, yang katanya lebih punya banyak pilihan, baik dari segi harga serta jenis dan motif kain, maka beberapa hari ini saya berburu kain dengan penuh semangat :)
Daerah pertama yg saya kunjungi adalah Mayestik. Sepanjang jalan isinya smua toko kain. Penjahit saya merekomendasikan beberapa toko: Mumbay, DeMode, LaMode. Tapi menurut dia, sebaiknya sih (kalau mau), memasuki banyak toko kain. Karena kadang, ada lace/brokat yg ok di satu toko, tapi utk furingnya (sifon atau satin ya biasanya) lebih lengkap warnanya di toko lain. Saya sempat memasuki tiga toko bernama Mumbay. Dua Mumbay saja, yg satu Mumbay City. Katanya sih pemiliknya sama. Tapi koleksinya hampir ga ada yg sama. Jadi ya memang musti telaten masuk satu toko ke toko yg lain.
Walaupun begitu, saya yg mungkin pada dasarnya ga terlalu suka belanja heboh dan detil, memilih utk tdk memasuki terlalu banyak toko. Utk saya, itu malah bikin makin pusing. Saran saya, masuki beberapa toko saja. Kalau udah ada yg sreg, jangan pindah2 lagi ke terlalu banyak toko. Kalau emang udah bener2 sreg, beli aja deh. Dan ga perlu nyesel.
Daerah kedua yang saya kunjungi adalah Pasar Baru. Ya hampir sama juga dg Mayestik. Tapi menurut salah satu mas2 India di Pasar Baru, Pasar Baru lebih oke utk bahan lace/brokat-nya. Sebaliknya, kalau kita mau cari kain polos misalnya raw silk, thai silk, linen dan semacamnya -baik yg bener2 polos atau sudah berbordir dan berpayet- lebih baik ke Mayestik saja. Memang sih, saya lihat ada beberapa toko di Pasar Baru yang khusus menjual lace/brokat/tule saja.
Ada beberapa hal yg penting menurut saya:
Susunlah daftar belanja yang jelas dan detil
Hal ini terutama sangat dibutuhkan oleh kita yang belanja cukup banyak. Katakan tdk haya utk diri sendiri dan pasangan, tapi juga untuk orangtua, kakak-adik, saudara-saudara, atau bahkan panitia.
Pertama, tentukan warna dasar untuk masing-masing acara. Misalnya akad dg warna hijau, resepsi dg pink. Dengan warna2 turunannya, itulah yg akan mejadi tema warna pernikahan.
Tulis berapa banyak kain yg dibutuhkan. Secara umum, kebaya biasa (lengan panjang, panjang baju setengah paha) utk perempuan berukuran S-L, 2 meter adalah jumlah yg memadai. Untuk ukuran XL, belilah 2,25m.
Tentu ukuran ini tdk berlaku utk kebaya pengantin yang membutuhkan lebih banyak kain karena biasanya panjang.
Sedangkan utk dalaman, bustier biasanya membutuhkan 1m. Sedangkan kalau mau full furing, belilah sejumlah lace/brokat yg kita beli.
Daftar belanja ini mencakup budget yg kita sediakan juga. Biasanya harga itu berjenjang ya. Misalnya paling mahal utk pengantin, kemudian orangtua, baru saudara2 dan lain2.
Cari info tentang toko-toko yang oke
Tujuannya adalah utk tdk perlu memasuki terlalu banyak toko. Hal ini terutama berguna utk kita2 yg awam dg daerah itu atau bukan shopaholic banget lah ya...
Di Pasar Baru, saya dapat info utk ke Elite. Penjualnya emang cerewet, rada ganjen, tapi harganya....sip banget. Dia kasih diskon gila2an dibanding toko lain utk kain yang plek sama. Seru kan... Diemin aja dia mau ngomong apa. Yang penting murmer bukan? Hahaha....
Belanjalah bersama orang yang memiliki selera cukup senada dengan kita
Belanja sendirian untuk kain-kain seperti ini tentu berat ya... Rasanya memang kita harus cari temen deh. Pilih teman yg bisa memberi pertimbangan yang baik. Baik artinya adalah: bisa memberi saran tapi tdk ngotot atau menjatuhkan pilihan kita dan juga seleranya tidak sangat berbeda dg kita. Ga enak aja kan musti bete gara2 berantem tentang warna kain...
Kalau ibu kita seleranya berbeda tetapi maksa pengen ikut...hahaha... buat saja perjanjian dg beliau. Kita pilih untuk kita. Beliau pilih untuk beliau. Ga perlu berdebat dan ngambek... Moment ini ga akan terulang kan? Kecuali berencana menikah dua kali :p
Sediakan waktu dan energi yang cukup
Berjalan dari satu toko ke toko yang lain, memilih, menimbang, tawar-menawar selalu menguras energi. Makan pagi sebelum belanja. Selingi dengan makan siang sambil menunggu petugas memotong dan mem-packing kain kita. Akhiri dg makan malam yg membuat perut dan hati happy. Serta jangan lupa, genggam sebotol air mineral.
Enjoy the shopping moments, ladies!
Gorgeus wedding, saya percaya, pernah menjadi mimpi masa kecil sebagian besar perempuan. Terutama penikmat dongeng2 princess Disney. Berbelanja kain, adalah salah satu tahapan menciptakan pernikahan yang cantik. Jadi, nikmati saja sedalam-dalamnya...
Label:
shopping
Jumat, 01 Januari 2010
i am engaged!
Pernahkah jari manis tangan kiri yang selama ini biasa-biasa saja, tiba-tiba terasa sangat indah dipandang?
Cincin mungil dan sederhana membalutnya. Membuat jari itu terasa sangat cantik. Membuat pikiranmu mengelana pada seorang laki-laki istimewa, pengalaman-pengalaman indah kalian, dan mimpi-mimpi yang kalian bangun bersama.
Aku sedang mengalaminya.
Cincin mungil dan sederhana membalutnya. Membuat jari itu terasa sangat cantik. Membuat pikiranmu mengelana pada seorang laki-laki istimewa, pengalaman-pengalaman indah kalian, dan mimpi-mimpi yang kalian bangun bersama.
Aku sedang mengalaminya.
Label:
feeling
Langganan:
Komentar (Atom)
