Minggu, 24 Januari 2010

LDR is killing me?

Yes, it's not easy
It's need a lot of energy
Trust
Understanding


Yes, it could kill me...
But I choose to be strong and tough


I choose to use this LDR
to strengthen our trust

to make our hope bloom
to make our love in the deepest level

Jumat, 22 Januari 2010

kebaya midodareni

Yuhu...
akhirnya kemarin kebaya midodareni saya sudah jadi
dalam waktu yang singkat, mbak Teeas berhasil membuat kebaya yang cantik


Siang, sewaktu fitting yang kedua...oh no! bustiernya kekecilan! 
Apa iya saya mendadak membesar dalam waktu dua hari? 
Ga tau deh yang salah siapa...tapi untung mereka bisa membuatnya sempurna kembali dalam 2 jam.


Sambil nunggu, jalan2 deh sama Ivo di PIM....


Jam 4, kebaya sudah siap.
Dan...voila! pas banget memeluk tubuh.


Hmmmm....
hari itu akan segera kujelang
hari itu akan segera tiba


Berdoa dan berharap, agar semua berjalan lancar tanpa halangan


Doakan ya....

Kamis, 21 Januari 2010

tepat

kumelangkah perlahan
ada semangat, namun ada pula ragu
ada bahagia, namun hadir haru di dada
ada tawa, namun air mata meleleh juga
ada hasrat, namun rasa takut pun menyelinap


kutata hatiku perlahan
bahwa ini adalah keputusan yang tepat
bahwa sudah saatnya keberanian dimunculkan
untuk mengejawantahkan cinta yang meluap
dalam komitmen yang lebih dalam


lalu semuanya menjadi semakin jelas
semakin mudah
semakin indah


dan keyakinan pun memubuncah
bahwa ini memang tepat
laki-laki yang tepat
perempuan yang tepat
relasi yang tepat
waktu yang tepat


serta pun percaya
bahwa Dia sediakan yang baik
tepat pada waktu dan ukurannya

Kamis, 14 Januari 2010

kenapa jiwet?




Iya ya...
baru sadar belum mendiskripsikan blog ini secara jelas...
Dimaafkan lah ya...


Begini...
Saya adalah si Jiwet. Jiwet artinya siJI aWET. Hahaha...itu kata2 ciptaan saya ketika SD. Begitulah saya mendiskripsikan gigi saya yang tidak tanggal2 sementara gigi yg lain sudah. Gigi itu tinggal satu (=siji, Jw.) dan awet... Sekarang sih sudah tanggal dan berganti gigi dewasa.... sudah rapi berkat sentuhan tangan kakak ipar saya yang dokter gigi. Namanya Krisnovianto, berpraktek di RS. Panti Rapih dan Family Dental Care Jl. Parangtritis Jogja. (Ini sekalian mempromosikan ya...soalnya kemaren ga bayar...hahahaha....). Gigi saya dikikir dan dihaluskan sehingga gigi yang miring menjadi rata....sip banget deh pokoknya...


Kembali ke topik ya... Saya, sedang mempersiapkan pernikahan saya. Laki-laki yang saya rasa, pikir, dan yakini akan tidak terlalu membosankan untuk diajak hidup bersama selama kurang lebih 50 tahun lagi itu bernama Oh. Saya mengenalnya tujuh tahun yang lalu. Dan empat tahun lalu kami mulai membangun relasi yang lebih akrab. Dan voila! Hubungan kami semakin mendalam dan dengan segala kelemahan yang ada, kami siap memasuki kehidupan berkeluarga.


Saya pikir, tahun ini pasti akan menjadi tahun yang seru. Mempersiapkan pernikahan gitu lohhhh.... Hehehe.... Semoga apa yang sedang saya alami, lakukan, dan persiapkan bisa menjadi catatan kehidupan saya sampai nanti-nanti. Semoga, kalau pengalaman ini saya tuliskan, bisa berguna buat teman2 yang mengalami hal yg sama, menantikan hal yg sama, atau pernah melalui hal yg sama. 







tour de majestik dan passer baroe

Salah satu hal yang menurut saya cukup penting dipikirkan adalah mengenai pakaian.
Ya pakaian pengantin, orangtua, saudara-saudara, maupun panitia.

Mumpung saya sedang berada di Jakarta, yang katanya lebih punya banyak pilihan, baik dari segi harga serta jenis dan motif kain, maka beberapa hari ini saya berburu kain dengan penuh semangat :)

Daerah pertama yg saya kunjungi adalah Mayestik. Sepanjang jalan isinya smua toko kain. Penjahit saya merekomendasikan beberapa toko: Mumbay, DeMode, LaMode. Tapi menurut dia, sebaiknya sih (kalau mau), memasuki banyak toko kain. Karena kadang, ada lace/brokat yg ok di satu toko, tapi utk furingnya (sifon atau satin ya biasanya) lebih lengkap warnanya di toko lain. Saya sempat memasuki tiga toko bernama Mumbay. Dua Mumbay saja, yg satu Mumbay City. Katanya sih pemiliknya sama. Tapi koleksinya hampir ga ada yg sama. Jadi ya memang musti telaten masuk satu toko ke toko yg lain.

Walaupun begitu, saya yg mungkin pada dasarnya ga terlalu suka belanja heboh dan detil, memilih utk tdk memasuki terlalu banyak toko. Utk saya, itu malah bikin makin pusing. Saran saya, masuki beberapa toko saja. Kalau udah ada yg sreg, jangan pindah2 lagi ke terlalu banyak toko. Kalau emang udah bener2 sreg, beli aja deh. Dan ga perlu nyesel.

Daerah kedua yang saya kunjungi adalah Pasar Baru. Ya hampir sama juga dg Mayestik. Tapi menurut salah satu mas2 India di Pasar Baru, Pasar Baru lebih oke utk bahan lace/brokat-nya. Sebaliknya, kalau kita mau cari kain polos misalnya raw silk, thai silk, linen dan semacamnya -baik yg bener2 polos atau sudah berbordir dan berpayet- lebih baik ke Mayestik saja. Memang sih, saya lihat ada beberapa toko di Pasar Baru yang khusus menjual lace/brokat/tule saja.

Ada beberapa hal yg penting menurut saya:


Susunlah daftar belanja yang jelas dan detil
Hal ini terutama sangat dibutuhkan oleh kita yang belanja cukup banyak. Katakan tdk haya utk diri sendiri dan pasangan, tapi juga untuk orangtua, kakak-adik, saudara-saudara, atau bahkan panitia.
Pertama, tentukan warna dasar untuk masing-masing acara. Misalnya akad dg warna hijau, resepsi dg pink. Dengan warna2 turunannya, itulah yg akan mejadi tema warna pernikahan.
Tulis berapa banyak kain yg dibutuhkan. Secara umum, kebaya biasa (lengan panjang, panjang baju setengah paha) utk perempuan berukuran S-L, 2 meter adalah jumlah yg memadai. Untuk ukuran XL, belilah 2,25m.
Tentu ukuran ini tdk berlaku utk kebaya pengantin yang membutuhkan lebih banyak kain karena biasanya panjang.
Sedangkan utk dalaman, bustier biasanya membutuhkan 1m. Sedangkan kalau mau full furing, belilah sejumlah lace/brokat yg kita beli.
Daftar belanja ini mencakup budget yg kita sediakan juga. Biasanya harga itu berjenjang ya. Misalnya paling mahal utk pengantin, kemudian orangtua, baru saudara2 dan lain2.

Cari info tentang toko-toko yang oke
Tujuannya adalah utk tdk perlu memasuki terlalu banyak toko. Hal ini terutama berguna utk kita2 yg awam dg daerah itu atau bukan shopaholic banget lah ya... 
Di Pasar Baru, saya dapat info utk ke Elite. Penjualnya emang cerewet, rada ganjen, tapi harganya....sip banget. Dia kasih diskon gila2an dibanding toko lain utk kain yang plek sama. Seru kan... Diemin aja dia mau ngomong apa. Yang penting murmer bukan? Hahaha....

Belanjalah bersama orang yang memiliki selera cukup senada dengan kita
Belanja sendirian untuk kain-kain seperti ini tentu berat ya... Rasanya memang kita harus cari temen deh. Pilih teman yg bisa memberi pertimbangan yang baik. Baik artinya adalah: bisa memberi saran tapi tdk ngotot atau menjatuhkan pilihan kita dan juga seleranya tidak sangat berbeda dg kita. Ga enak aja kan musti bete gara2 berantem tentang warna kain...
Kalau ibu kita seleranya berbeda tetapi maksa pengen ikut...hahaha... buat saja perjanjian dg beliau. Kita pilih untuk kita. Beliau pilih untuk beliau. Ga perlu berdebat dan ngambek... Moment ini ga akan terulang kan? Kecuali berencana menikah dua kali :p 

Sediakan waktu dan energi yang cukup
Berjalan dari satu toko ke toko yang lain, memilih, menimbang, tawar-menawar selalu menguras energi. Makan pagi sebelum belanja. Selingi dengan makan siang sambil menunggu petugas memotong dan mem-packing kain kita. Akhiri dg makan malam yg membuat perut dan hati happy. Serta jangan lupa, genggam sebotol air mineral. 

Enjoy the shopping moments, ladies!

Gorgeus wedding, saya percaya, pernah menjadi mimpi masa kecil sebagian besar perempuan. Terutama penikmat dongeng2 princess Disney. Berbelanja kain, adalah salah satu tahapan menciptakan pernikahan yang cantik. Jadi, nikmati saja sedalam-dalamnya...

Jumat, 01 Januari 2010

i am engaged!

Pernahkah jari manis tangan kiri yang selama ini biasa-biasa saja, tiba-tiba terasa sangat indah dipandang?
Cincin mungil dan sederhana membalutnya. Membuat jari itu terasa sangat cantik. Membuat pikiranmu mengelana pada seorang laki-laki istimewa, pengalaman-pengalaman indah kalian, dan mimpi-mimpi yang kalian bangun bersama.

Aku sedang mengalaminya.