Sungguh,
bukan tulisan semacam beberapa tulisan berlagu sedih yang saya bayangkan akan saya tuliskan dalam blog ini.
Saya pikir, saya hanya akan menuliskan kisah2 sukacita yang saya alami dalam mempersiapkan pernikahan.
Ternyata tidak.
Benar ternyata,
bahwa suka dan duka itu datang silih berganti.
Beberapa waktu lalu, berturut-turut saya mendapat anugerah sangat besar dan ajaib.
Lulus, tunangan, sakit dan kemudian sehat lagi, keterima kerja....
Tapi hari2 ini....berat. Sangat berat.
Sampai membuat saya berpikir, bahwa saya belum siap menjadi dewasa dan menerima tanggung jawab utk menjalani hidup sebenar-benarnya yang memang seperti roda.
Tapi saya tetap punya secercah keyakinan
Bahwa ini semua akan berlalu
Seperti malam yang digantikan pagi cerah
Begitulah hidup
Mungkin saat ini saya sedang galau
Pesimis
Penuh kemarahan
Tapi perasaan2 ini hanya sementara
Saya tahu itu
Semoga...
tulisan2 saya selanjutnya mengkidungkan senyum dan tawa....
Jumat, 19 Maret 2010
menyakitkan
Tadi malam,
mobil saya ngambek.
Alarm tidak bisa dipakai untuk membuka pintu. Kunci manual pun tidak.
Bingung. Panik.
Dan saya meneleponnya.
Dia jauh di sana.
Dan ternyata, kenyataan ini malah menyakitkan kami berdua.
Menyadari bahwa kami sama-sama tidak ada secara nyata untuk menolong adalah menyakitkan.
Menyedihkan rasanya saat mengetahui orang yang kita cintai membutuhkan bantuan, dan kita tidak berdaya melakukan apa-apa.
Oh, gosh!
I hate this kind of situation.
I need to be with him. Real him.
Ga keyang harus menjalani long distance marriage.
Tanpa harus mencoba, aku merasa tidak cukup kuat menjalaninya
mobil saya ngambek.
Alarm tidak bisa dipakai untuk membuka pintu. Kunci manual pun tidak.
Bingung. Panik.
Dan saya meneleponnya.
Dia jauh di sana.
Dan ternyata, kenyataan ini malah menyakitkan kami berdua.
Menyadari bahwa kami sama-sama tidak ada secara nyata untuk menolong adalah menyakitkan.
Menyedihkan rasanya saat mengetahui orang yang kita cintai membutuhkan bantuan, dan kita tidak berdaya melakukan apa-apa.
Oh, gosh!
I hate this kind of situation.
I need to be with him. Real him.
Ga keyang harus menjalani long distance marriage.
Tanpa harus mencoba, aku merasa tidak cukup kuat menjalaninya
Label:
feeling
Minggu, 07 Maret 2010
kata orang, sebelum menikah itu banyak cobaannya, dan aku berpikir bahwa itu benar adanya
Dulu, empat tahun lalu....ketika kami saling mengenal, saya ingat betul bahwa Oh pernah berkata, "Suatu saat kita pasti bertengkar, berbeda pendapat, berharap dan kecewa." Dia mengatakan itu ketika kami sedang tertawa-tawa, lempar-lemparan bantal, sms2an walaupun ada di satu ruangan.... dan saya nyaris tak percaya. Ini relasi yang sempurna. Semua baik2 saja dan menyenangkan.
Lalu, friksi2 mulai terjadi...
Beda cara komunikasi
Cemburu (saya) yang membabi-buta
Tidak klop dalam memutuskan sesuatu
Tahun tahun berlalu
hubungan semakin kuat dan kokoh
cinta semakin dewasa dan matang
Kemudian kami memantapkan diri memasuki gerbang pertunangan utk kemudian melanjutkannya pada pernikahan
Semua sempurna
Lalu mulai muncul hal2 yang sulit dipecahkan
Awalnya adalah tentang hal2 di luar diri kami
Tapi tidak bisa tidak, kemudian menjadi sesuatu yg sangat lekat
Yang membuat kami tidak bisa objektif, tdk bisa mengambil jarak atasnya
Mengesalkan
Membingungkan
Membuat lelah
Tapi....itulah yang disebut tantangan barangkali...
Bukan utk dihindari, tapi utk dihadapi
Inilah konsekuensi pilihan kami
Yang harus siap kami lalui
Dipikirkan, diputuskan, dijalani
Lalu sebagian besar lainnya, biarkan diatur oleh Sang Sutradara kehidupan, penguasa alam ini..
Lalu, friksi2 mulai terjadi...
Beda cara komunikasi
Cemburu (saya) yang membabi-buta
Tidak klop dalam memutuskan sesuatu
Tahun tahun berlalu
hubungan semakin kuat dan kokoh
cinta semakin dewasa dan matang
Kemudian kami memantapkan diri memasuki gerbang pertunangan utk kemudian melanjutkannya pada pernikahan
Semua sempurna
Lalu mulai muncul hal2 yang sulit dipecahkan
Awalnya adalah tentang hal2 di luar diri kami
Tapi tidak bisa tidak, kemudian menjadi sesuatu yg sangat lekat
Yang membuat kami tidak bisa objektif, tdk bisa mengambil jarak atasnya
Mengesalkan
Membingungkan
Membuat lelah
Tapi....itulah yang disebut tantangan barangkali...
Bukan utk dihindari, tapi utk dihadapi
Inilah konsekuensi pilihan kami
Yang harus siap kami lalui
Dipikirkan, diputuskan, dijalani
Lalu sebagian besar lainnya, biarkan diatur oleh Sang Sutradara kehidupan, penguasa alam ini..
Label:
feeling
Langganan:
Komentar (Atom)
