Minggu, 07 Maret 2010

kata orang, sebelum menikah itu banyak cobaannya, dan aku berpikir bahwa itu benar adanya

Dulu, empat tahun lalu....ketika kami saling mengenal, saya ingat betul bahwa Oh pernah berkata, "Suatu saat kita pasti bertengkar, berbeda pendapat, berharap dan kecewa." Dia mengatakan itu ketika kami sedang tertawa-tawa, lempar-lemparan bantal, sms2an walaupun ada di satu ruangan.... dan saya nyaris tak percaya. Ini relasi yang sempurna. Semua baik2 saja dan menyenangkan.


Lalu, friksi2 mulai terjadi...
Beda cara komunikasi
Cemburu (saya) yang membabi-buta
Tidak klop dalam memutuskan sesuatu


Tahun tahun berlalu
hubungan semakin kuat dan kokoh
cinta semakin dewasa dan matang


Kemudian kami memantapkan diri memasuki gerbang pertunangan utk kemudian melanjutkannya pada pernikahan
Semua sempurna


Lalu mulai muncul hal2 yang sulit dipecahkan
Awalnya adalah tentang hal2 di luar diri kami
Tapi tidak bisa tidak, kemudian menjadi sesuatu yg sangat lekat
Yang membuat kami tidak bisa objektif, tdk bisa mengambil jarak atasnya


Mengesalkan
Membingungkan
Membuat lelah


Tapi....itulah yang disebut tantangan barangkali...
Bukan utk dihindari, tapi utk dihadapi
Inilah konsekuensi pilihan kami
Yang harus siap kami lalui
Dipikirkan, diputuskan, dijalani


Lalu sebagian besar lainnya, biarkan diatur oleh Sang Sutradara kehidupan, penguasa alam ini..

0 komentar:

Posting Komentar