Saya melihat kalender
Hari ini adalah 10 Agustus 2010
Artinya...pernikahan saya akan terjadi dua bulan lagi
Ada waktu 60 hari tersisa untuk menyiapkan segala sesuatunya
Ah... bukankah itu akan sangat cepat?
Saya mulai nervous menghadapi ini semua
Akan siapkah semua pada harinya nanti?
Dan lebih jauh...sudah matangkah persiapan mental saya menjadi seorang istri?
Ah....saya menarik napas dan saya percaya bahwa cinta kami cukup kokoh
Namun saya pun menyadari bahwa ada kalanya badai menerjang biduk kami di suatu masa nanti
Saya hanya ingin tetap bergandengan tangan dengannya. Sambil menyerahkan perjuangan kami dalam rengkuhan kasih Tuhan yang pasti sudah menyiapkan segala yang terbaik.
Maka kemudian saya berpikir bahwa ada aspek-aspek dalam relasi yang harus terus menerus kami pupuk dan perjuangkan setiap hari.
Saya yakin saya bisa menjalaninya bersama laki-laki itu...laki-laki kecintaan saya... :)
Senin, 09 Agustus 2010
Selasa, 25 Mei 2010
Tuhan punya waktu sendiri
Dia tahu betul waktu yang tepat untuk segala sesuatu
Dia tidak boleh diburu-buru
Dia juga tidak perlu diminta untuk membuatnya menjadi lambat
Dia tahu betul, bahwa sesuatu akan menjadi sangat luar biasa, ketika diberikan pada saat yang tepat
Dia tahu betul, bahwa jika kita mendapat lebih dini, hasilnya akan tidak baik
Dia tahu betul, bahwa ketika kita mampu bertahan dan tak putus harap, kita akan menjadi lebih kuat
Ketika saya meminta...
Tuhan, ajar saya dan Frans untuk menyiapkan diri lebih sungguh memasuki perkawinan
Tuhan, bantu saya dan Frans untuk semakin saling mengasihi dan menghormati satu sama lain
Tuhan, latih saya dan Frans untuk semakin saling percaya, setia, dan menjaga komitmen
Tuhan, didik saya dan Frans untuk berkomunikasi lebih baik, lebih terbuka, lebih hangat
Tuhan, bimbing saya dan Frans untuk memahami hal2 yang berbeda diantara kami dan tidak membuatnya menjadi satu masalah
Tuhan, dorong saya dan Frans untuk mengembangkan cinta yang semakin kuat dan dalam
Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya dengan caraNya sendiri
Bukan dengan cara dan harapan saya
Bahwa jika kami belum bisa berada di tempat yang sama dalam waktu dekat
Bahwa jika jarang merentang diantara kami berdua
Itulah saatnya
Saat Tuhan menempa kami
Agar cinta kami semakin kokoh dan tahan uji
Menempuh perjalanan selanjutnya yang mungkin ada pula onak duri di dalamnya
Mengaruhi bahtera rumah tangga yang mungkin dihempas gelombang dan taufan
Saya percaya, ini adalah caraNya
Ini adalah saatNya
Bahwa Ia mendidik kami
Bahwa Ia melatih kami
Bahwa Ia mengajar kami
Dan sekaligus
Bahwa Ia memegang erat tangan kami
Agar kami tidak perlu khawatir akan hari depan
Agar kami semakin menyadari
Bahwa jika kami bertemu, menjalin relasi, hingga akhirnya memutuskan untuk berkeluarga
Itu bukan saja kehendak kami
Itu bukan saja kemujuran kami
Melainkan adalah kehendakNya sendiri
Dia tidak boleh diburu-buru
Dia juga tidak perlu diminta untuk membuatnya menjadi lambat
Dia tahu betul, bahwa sesuatu akan menjadi sangat luar biasa, ketika diberikan pada saat yang tepat
Dia tahu betul, bahwa jika kita mendapat lebih dini, hasilnya akan tidak baik
Dia tahu betul, bahwa ketika kita mampu bertahan dan tak putus harap, kita akan menjadi lebih kuat
Ketika saya meminta...
Tuhan, ajar saya dan Frans untuk menyiapkan diri lebih sungguh memasuki perkawinan
Tuhan, bantu saya dan Frans untuk semakin saling mengasihi dan menghormati satu sama lain
Tuhan, latih saya dan Frans untuk semakin saling percaya, setia, dan menjaga komitmen
Tuhan, didik saya dan Frans untuk berkomunikasi lebih baik, lebih terbuka, lebih hangat
Tuhan, bimbing saya dan Frans untuk memahami hal2 yang berbeda diantara kami dan tidak membuatnya menjadi satu masalah
Tuhan, dorong saya dan Frans untuk mengembangkan cinta yang semakin kuat dan dalam
Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya dengan caraNya sendiri
Bukan dengan cara dan harapan saya
Bahwa jika kami belum bisa berada di tempat yang sama dalam waktu dekat
Bahwa jika jarang merentang diantara kami berdua
Itulah saatnya
Saat Tuhan menempa kami
Agar cinta kami semakin kokoh dan tahan uji
Menempuh perjalanan selanjutnya yang mungkin ada pula onak duri di dalamnya
Mengaruhi bahtera rumah tangga yang mungkin dihempas gelombang dan taufan
Saya percaya, ini adalah caraNya
Ini adalah saatNya
Bahwa Ia mendidik kami
Bahwa Ia melatih kami
Bahwa Ia mengajar kami
Dan sekaligus
Bahwa Ia memegang erat tangan kami
Agar kami tidak perlu khawatir akan hari depan
Agar kami semakin menyadari
Bahwa jika kami bertemu, menjalin relasi, hingga akhirnya memutuskan untuk berkeluarga
Itu bukan saja kehendak kami
Itu bukan saja kemujuran kami
Melainkan adalah kehendakNya sendiri
Label:
feeling
Minggu, 23 Mei 2010
mencari rumah
Satu bulan sudah, saya menghabiskan sore sepulang kerja untuk mencari rumah kontrakan...
dan ternyata...ga gampang! Susah ya ternyata cari rumah kontrakan itu...apalagi ada beberapa hal yang saya inginkan...lingkungan aman (baca: perumahan, bukan di tengah kampung atau desa), bukan rumah lama melainkan yang cukup baru, dan...harganya pas di kantong...
Kemarin, akhirnya saya menemukan dua rumah yang cukup oke. Keduanya di perumahan yang sama di daerah Tajem. Hanya saja, yang satu lebih mungil daripada yang satunya. Walaupun...sebenarnya keduanya sama2 mungil. Hehe...
Saya sungguh tidak sabar...
tidak sabar menemukan rumah yang tepat dan menyenangkan
tidak sabar membeli segala sesuatu yang diperlukan untuk rumah itu
tidak sabar menanti kepindahan Frans ke Jogja
tidak sabar membangun biduk kami di sana
tidak sabar mengisi rumah itu dengan cinta dan kehangatan
Hhhmmmmm....
saya ingin segera memulainya!
dan ternyata...ga gampang! Susah ya ternyata cari rumah kontrakan itu...apalagi ada beberapa hal yang saya inginkan...lingkungan aman (baca: perumahan, bukan di tengah kampung atau desa), bukan rumah lama melainkan yang cukup baru, dan...harganya pas di kantong...
Kemarin, akhirnya saya menemukan dua rumah yang cukup oke. Keduanya di perumahan yang sama di daerah Tajem. Hanya saja, yang satu lebih mungil daripada yang satunya. Walaupun...sebenarnya keduanya sama2 mungil. Hehe...
Saya sungguh tidak sabar...
tidak sabar menemukan rumah yang tepat dan menyenangkan
tidak sabar membeli segala sesuatu yang diperlukan untuk rumah itu
tidak sabar menanti kepindahan Frans ke Jogja
tidak sabar membangun biduk kami di sana
tidak sabar mengisi rumah itu dengan cinta dan kehangatan
Hhhmmmmm....
saya ingin segera memulainya!
Kamis, 15 April 2010
fitting
Beberapa waktu lalu,
saat ada pameran wedding di Amplaz,
saya melihat gaun dan kebaya2 yang cantik
Hmmm...
tiga hari lagi, aku akan mencobanya...
kebaya itu....ahhhh....baju yang hanya akan kukenanakan pada hari itu...
Wow...wow...wow....
saat ada pameran wedding di Amplaz,
saya melihat gaun dan kebaya2 yang cantik
Hmmm...
tiga hari lagi, aku akan mencobanya...
kebaya itu....ahhhh....baju yang hanya akan kukenanakan pada hari itu...
Wow...wow...wow....
Rabu, 07 April 2010
saya percaya
Enam bulan lagi....
Saya percaya bahwa cinta kami cukup kuat untuk memasuki babak baru,
dan saya percaya betul bahwa Dia sangat kuat untuk menuntun dan menopang kami....
Saya percaya bahwa cinta kami cukup kuat untuk memasuki babak baru,
dan saya percaya betul bahwa Dia sangat kuat untuk menuntun dan menopang kami....
Label:
feeling
Jumat, 19 Maret 2010
bukan begini yang saya bayangkan
Sungguh,
bukan tulisan semacam beberapa tulisan berlagu sedih yang saya bayangkan akan saya tuliskan dalam blog ini.
Saya pikir, saya hanya akan menuliskan kisah2 sukacita yang saya alami dalam mempersiapkan pernikahan.
Ternyata tidak.
Benar ternyata,
bahwa suka dan duka itu datang silih berganti.
Beberapa waktu lalu, berturut-turut saya mendapat anugerah sangat besar dan ajaib.
Lulus, tunangan, sakit dan kemudian sehat lagi, keterima kerja....
Tapi hari2 ini....berat. Sangat berat.
Sampai membuat saya berpikir, bahwa saya belum siap menjadi dewasa dan menerima tanggung jawab utk menjalani hidup sebenar-benarnya yang memang seperti roda.
Tapi saya tetap punya secercah keyakinan
Bahwa ini semua akan berlalu
Seperti malam yang digantikan pagi cerah
Begitulah hidup
Mungkin saat ini saya sedang galau
Pesimis
Penuh kemarahan
Tapi perasaan2 ini hanya sementara
Saya tahu itu
Semoga...
tulisan2 saya selanjutnya mengkidungkan senyum dan tawa....
bukan tulisan semacam beberapa tulisan berlagu sedih yang saya bayangkan akan saya tuliskan dalam blog ini.
Saya pikir, saya hanya akan menuliskan kisah2 sukacita yang saya alami dalam mempersiapkan pernikahan.
Ternyata tidak.
Benar ternyata,
bahwa suka dan duka itu datang silih berganti.
Beberapa waktu lalu, berturut-turut saya mendapat anugerah sangat besar dan ajaib.
Lulus, tunangan, sakit dan kemudian sehat lagi, keterima kerja....
Tapi hari2 ini....berat. Sangat berat.
Sampai membuat saya berpikir, bahwa saya belum siap menjadi dewasa dan menerima tanggung jawab utk menjalani hidup sebenar-benarnya yang memang seperti roda.
Tapi saya tetap punya secercah keyakinan
Bahwa ini semua akan berlalu
Seperti malam yang digantikan pagi cerah
Begitulah hidup
Mungkin saat ini saya sedang galau
Pesimis
Penuh kemarahan
Tapi perasaan2 ini hanya sementara
Saya tahu itu
Semoga...
tulisan2 saya selanjutnya mengkidungkan senyum dan tawa....
Label:
feeling
menyakitkan
Tadi malam,
mobil saya ngambek.
Alarm tidak bisa dipakai untuk membuka pintu. Kunci manual pun tidak.
Bingung. Panik.
Dan saya meneleponnya.
Dia jauh di sana.
Dan ternyata, kenyataan ini malah menyakitkan kami berdua.
Menyadari bahwa kami sama-sama tidak ada secara nyata untuk menolong adalah menyakitkan.
Menyedihkan rasanya saat mengetahui orang yang kita cintai membutuhkan bantuan, dan kita tidak berdaya melakukan apa-apa.
Oh, gosh!
I hate this kind of situation.
I need to be with him. Real him.
Ga keyang harus menjalani long distance marriage.
Tanpa harus mencoba, aku merasa tidak cukup kuat menjalaninya
mobil saya ngambek.
Alarm tidak bisa dipakai untuk membuka pintu. Kunci manual pun tidak.
Bingung. Panik.
Dan saya meneleponnya.
Dia jauh di sana.
Dan ternyata, kenyataan ini malah menyakitkan kami berdua.
Menyadari bahwa kami sama-sama tidak ada secara nyata untuk menolong adalah menyakitkan.
Menyedihkan rasanya saat mengetahui orang yang kita cintai membutuhkan bantuan, dan kita tidak berdaya melakukan apa-apa.
Oh, gosh!
I hate this kind of situation.
I need to be with him. Real him.
Ga keyang harus menjalani long distance marriage.
Tanpa harus mencoba, aku merasa tidak cukup kuat menjalaninya
Label:
feeling
Langganan:
Komentar (Atom)
